KONSEP KOMPUTASI PARALEL
KONSEP KOMPUTASI
PARALEL
Konsep Komputasi
Paralel
Parallel Computing yaitu
penyatuan beberapa komputer atau server menjadi satu kesatuan sehingga dapat
mengerjakan proses secara bersamaan ataupun secara simultan. Parallel computing
membuat program maupun proses berjalan lebih cepat karena semakin banyak CPU
yang digunakan. Pada dasarnya parallel Computing menggunakan media jaringan,
tapi yang menjadi ciri khususnya adalah bagaimana menyelesaikan masalah.
Proses Pendistribusian
Jurnal ini menggunakan sistem
memori tersebar (distributed memory) dengan metode menggunakan mekanisme
pertukaran pesan (message passing). Program paralel dengan pertukaran pesan ini
dapat ditulis menggunakan suatu Bahasa pemrograman tingkat tinggi, dan
menyertakan (atau pemanggilan) suatu pustaka pertukaran pesan MPI (Message
Passing Interface) atau PVM (Parallel Virtual Machine)
PVM (Parallel Virtual Machine)
PVM adalah perangkat lunak yang
membuat sekumpulan computer menjadi tampak seperti sebuah sistem komputer
virtual yang besar. Sekumpulan komputer yang akan terlibat dalam proses
penyelesaian masalah harus didefinisikan terlebih dahulu, agar dapat
menjalankan fungsinya. Komputer-komputer yang terlibat dalam komputasi bisa
homogen, dengan platform yang sama, maupun heterogen, dengan platform yang
berbeda, asal di antara mereka bisa saling berkomunikasi.
MPI (Message Passing Interface)
Menurut Heru (2006), Dalam
implementasinya MPI menggunakan fungsi-fungsi pustaka yang dapat dipanggil dari
program itu sendiri. Hampir sama dengan PVM, MPI juga portable untuk berbagai
arsitektur. Salah satu implementasi terbaru pada saat penulisan makalah ini
yang berjalan pada lingkungan Windows adalah MPICH. Ditinjau dari sisi
aplikasi, MPI hanya dapat digunakan dengan model single program multiple data
(SPMD), sedangkan PVM dapat digunakan dengan model SPMD maupun multiple program
multiple data (MPMD)
Implementasi
Untuk perancangan digunakan
topologi cluster. Dalam hal ini, cluster mempunyai satu master dan beberapa
node / client / slave yang nantinya akan di-manage oleh master cluster. Hampir
keseluruhan perusahaan besar sudah menerapkan cluster sejak awal komputasi
mereka dibangun. Pada gambar 3 terdapat topologi yang digunakan oleh instansi
berskala enterprise untuk me-manage webserver yang merupakan jantung dari
investasi mereka dalam persaingan di dunia maya. Jika kita ingin membangun
parallel computing bagi coorporate, biasanya terdapat vendor - vendor yang
bersedia membangunkan atau menyediakan fasilitas tersebut dengan biaya yang cukup
relative tinggi. Beberapa vendor diantaranya adalah IBM, Microsoft, Dell, dan
vendor besar lainnya.
Gambar Topologi Load Balancing
Untuk Enterprise
Kesimpulan
Dari gambar diatas dapat
dijelaskan bahwa kegunaan cluster adalah untuk membackup akses ke webserver
secara cepat dana membantu node didepannya, sehingga database dan juga file
sharing yang digunakan dapat diakses dan dibantu oleh cluster secara cepat.
Referensi
Cormen, T.H., Leiserson, C. dan Rivest, R.E.
Introduction to Algorithms. MIT Press, 1990
Kernighan, B.W. dan Ritchie, D.M. The C
Programmming Language. Prentice-Hall, 1989.
Geist, A.,
Beguelin, A., Dongarra, J., Jiang, W., Manchek, R., Sunderam, V. PVM : Parallel
Virtual Machine, A Users’ Guide And Tutorial For Networked Parallel Computing.
MIT Press, 1994.
http://komputer123456.blogspot.co.id/2016/07/komputasi-paralel-jurnal.html

Comments
Post a Comment